Makassar, Channel13tv | Bupati Gowa sekaligus Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Gowa, Adnan Purichta Ichsan menghadiri Rapat Persiapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlangsung di Balai Prajurit Jendral M Yusuf, Makassar, Jum’at (17/04/2020).

Rapat bersama Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan diikuti oleh Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros guna menyikapi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan dilakukan oleh Pemkot Makassar.

Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros sebagai daerah penyangga Kota Makassar diundang untuk menyampaikan saran dan masukan, serta pendapat agar pelaksanaan PSBB ini berjalan sesuai harapan.

Dalam kesempatan itu Adnan Purichta Ichsan menyampaikan saran dan masukan, serta pendapat pentingnya peran 2 Kabupaten yang menyangga Kota Makassar untuk juga menerapkan PSBB, agar berjalan sesuai harapan.

READ  21 Pemuda Yang Hendak Tawuran Diamankan TPP Polres Metro Jakbar

“Saya sampaikan bahwa Gowa, Makassar dan Maros adalah satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan, apalagi didalam menghadapi covid-19.. untuk memutus mata rantai penularan, makanya perlu diperketat di 3 wilayah ini.. karna data menunjukkan bahwa Sulsel sekarang berada di urutan ke-4 Indonesia mengalahkan Jateng, sehingga butuh intervensi yang kuat.. 3 wilayah ini secara data menjadi epicentrum penyebaran, Gowa dan Maros ikut karena menjadi penyangga ibukota.. contohnya banyak warga Gowa dan Maros kerjanya di Makassar, data itu cukup tinggi begitupun sebaliknya.. Olehnya itu alangkah sangat baik jika Gowa dan Maros juga menerapkan PSBB bersamaan Makassar, paling tidak di kecamatan-kecamatan yang berbatasan langsung untuk kita bisa menekan arus keluar masuk.. Ini butuh bantuan Pemprov menambahkan kajian untuk diusulkan ke Menkes sebab kalo melihat sesuai petunjuk PP dan Permenkes, Gowa & Maros belom memenuhi semua indikator untuk PSBB,” ungkap Adnan.

READ  Taruna AAL Satlat Jalayudha Tinggalkan Tarakan Guna Lanjutkan Latihan Menuju Palu

“Saya juga mengusulkan agar Pemprov dan Pemkot mengidentifikasi tempat-tempat kerja di makassar yang mempekerjakan warga diluar domisili makassar, agar kebijakannya dirumahkan dulu selama masa PSBB (14 hari).. dirumahkan bukan berarti di PHK, tetapi sama dengan diliburkan karena ada kebijakan PSBB, sebab 22 warga Gowa yang positif di dominasi karena bekerja/beraktifitas di makassar, sehingga butuh kerjasama yang kuat dalam memutus rantai penularan,” lanjutnya.

Lebih lanjut Adnan mengatakan bahwa sosialisasi yang dilakukan sudah tidak efektif lagi, karena masyarakat masih ada juga yang melanggar dan tidak dapat ditindaki, jadi beliau berharap Gowa dan Maros juga diterapkan PSBB dan agar Pemprov mengusulkan menambahkan kajian untuk diusulkan ke Menkes sebab kalo melihat sesuai petunjuk PP dan Permenkes, Gowa & Maros belom memenuhi semua indikator untuk PSBB.

READ  Barugasikola.com Hadir Untuk Menjawab Tantangan Technology Digital Kedepan Yang Makin Maju

“Saya katakan sudah tidak efektif lagi himbauan, karena sudah sebulan lebih kita terus menghimbau dan edukasi tapi tetap saja banyak yang melanggar.. jika melihat aturan PSBB, maka bisa dilakukan penindakan yang melanggar.. sehingga sebelum penerapan perlu dilakukan sosialisasi yang massif, agar masyarakat bisa paham mana yang melanggar dan mana yang tidak,” Ucap Adnan mengakhiri. (**)