Makassar, Channel13tv | Sudah kita ketahui bersama bahwa ada sebagian daerah-daerah tertentu yang mengandalkan sektor pariwisata sebagai sumber penghasilan bagi mereka, dengan kekayaan alam yang indah hingga sesuatu yang unik dari suatu daerah menjadikan orang lain pun ingin berkunjung menikmatinya. Akan tetapi di saat ini kita di hadapkan pada situasi yang kemungkinan berbagai sektor pendapatan ataupun bidang lain terdampak oleh pandemi covid-19.

Terjadinya wabah ini menjadikan daerah yang biasanya di penuhi wisatawan dalam negeri maupun mancanegara berkurang drastis, secara kumulatif sejak januari hingga maret jumlah wisatawan yang datang hanya mencapai 2,61 juta orang bisa dikatakan turun secara signifikan 30,62 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

READ  Tadjuddin Rachman, Advokat Senior, Terbitkan Buku "Pledoi"

Mantan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar dalam sebuah diskusi daring bertema Pariwisata di Era New Normal mengatakan ” pariwisata Indonesia tidak sehat, target 20 juta wisatawan hanya dapat 16 juta selain itu saat wabah melanda tambah terpuruk, sekarang penggunaan teknologi sudah harus dimanfaatkan lebih baik”.

Dampak Covid-19 sudah mulai dirasakan berbagai destinasi wisata di Indonesia yang sebelumnya bergantung pada wisatawan asing khususnya wisatawan asal Tiongkok. Destinasi wisata di Bali dan Sulawesi Utara misalnya, penurunan wisatawan asal Tiongkok sangat dirasakan oleh pengusaha hotel, biro perjalanan wisata, transportasi wisata, pemandu wisata dan pengrajin oleh-oleh.

Bagi pemerintah, penurunan ini berimbas pada berkurangnya penerimaan pajak dan restoran yang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

READ  Masyarakat Kampung Sawanawa Tidak Minta Merdeka, Tapi Otsus Harus Lanjut

Keadaan yang seperti ini menjadikan para individu yang terlibat dalam dunia pariwisata harus berpikir keras untuk mempertahankan pekerjaannya, munculnya strategi baru dalam melanggengkannya lewat pertemuan secara virtual yang sudah dilakukan beberapa pelaku dunia pariwisata itu sendiri.

Namun pada akhirnya bayangan dunia pariwisata saat ini tidak memuaskan pada banyak kalangan dikarenakan metode virtual tadi, yang tidak bisa menikmati secara langsung daerah yang ingin dikunjungi.Dengan begitu adanya kekhawatiran kerugian besar menghantui pariwisata saat ini.

Oleh : Andi Nusi Ramadhan
(Mahasiswa Sosiologi UNM)