Jakarta, Channel13tv | Hingga Rabu (27/05/2020), warga Sulawesi Selatan yang terjangkit dan dinyatakan positif Covid-19 sudah mencapai 1.352 pasien.

Kurva penularan juga terus meninggi, padahal beberapa waktu lalu Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah optimistis Covid-19 bisa musnah di daerahnya sebelum Mei 2020 berakhir.

Bahkan, gubernur yang bergelar profesor ini melakukan program wisata Covid-19 yang dipusatkan di Makassar dengan memanfaatkan hotel berbintang sebagai sarana karantina PDP hingga OTG.

“Dibuatkan kegiatan. Seperti berjemur, berolahraga. Kemudian ada ceramah agama. Alhamdulillah, ada yang hari keempat hasil swabnya sudah negatif,” katanya kepada wartawan, belum lama ini.

Namun secara umum, program itu tidak terlalu kentara berdampak pada angka penularan yang terus meningkat. Salah satunya disebabkan karena Nurdin Abdullah juga secara terang-terangan melakukan intervensi terhadap pelaksanaan PSBB di Makassar.

READ  Tekan Penyebaran Covid-19, Kodim 0901/Malinau Aktifkan Pendisiplinan Protokol Kesehatan

Mulai dari menyayangkan tindakan tegas Gugus Tugas Covid-19 melalui Satpol PP Makassar terhadap pertokoan yang melanggar PSBB, hingga melonggarkan beberapa aspek termasuk menyetujui tidak diperpanjangnya PSBB Makassar.

Seluruh kondisi itu juga membuat pemerintah pusat nampak mulai memandang Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sudah kewalahan menanggulangi Covid-19.

Program wisata Covid-19 kurang efektif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap angka penularan di Sulawesi Selatan.

Presiden Joko Widodo dalam ratas yang disiarkan secara langsung di YouTube Setpres, Rabu (27/05/2020), menginstruksikan Kementerian/Lembaga terkait serta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 agar memberikan perhatian khusus terhadap provinsi di Luar Jawa, termasuk Sulsel, yang angka paparan Covid-19 masih terus bertambah.

READ  Berkas Kasus Kerumunan HRS-RS Ummi Dilimpahkan ke JPU

Presiden berharap Kemenkes dan Gugus Tugas juga melakukan percepatan pengujian sampel hingga pelacakan terhadap yang terpapar Covid-19 pada beberapa provinsi di luar Jawa mengingat peningkatan kasus positifnya cukup tinggi.

“Provinsi yang lain di luar Jawa yang penambahannya masih cukup tinggi, yaitu di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Papua, NTB,” katanya. (**)